Benar Telah Bercabang

04/05/2009
Jalan benar telah bercabang
Saat kau ungkap terasa menghunjam
Ketika indah begitu dalam
warnakan hati nan kesepian

Jalan benar telah bercabang
Tapi ku tak kan undur ke belakang
Hanya maju satu pilihan
Meski menunggu saat kan datang

Bungaku, aku tau kau pun sama merasa
Tapi ku tak kan lelah untuk menata
langkah ke depan tuju bersama

Mata Berkaca

04/05/2009
Hanya mata yang berkaca
jadi ungkapan pengganti kata

Saat semua harus terluka
korbankan rasa yang telah telah membara

Mengapa tak hendak lalui saja
Mengapa tak hendak jalani semua
Saat mata yang berkaca
mulut terkunci hati melara

Bulan Setengah Buraydah 2

04/05/2009
Bulan setengah Buraydah
muncul terang di tengah gundah
menjadi saksi jiwa yang resah

Teman hati yang tak kan lagi temani
tinggal sepi datang kembali
menimpa hati lara sendiri

Bulan setengah Buraydah
sinari malam betabur bintang
saksikan sebuah jiwa meradang
saat sadar dia menghilang

Bungaku, secepat ini kah kau lalu
tinggalkan indah bersaput duka
bersama pedih luka menganga

Akan kah kau kembali untuk aku
temani sepi sisa hidupku
bersama bulan setengah Buraydah ?

Pesan dari cinta

03/05/2009

“Kuharap dia tau, bahwa begitu banyak yang tidak bisa terucap lewat kata. Semata-mata karena aku merasa tak pantas mengatakannya. Biar kusimpan dalam hati saja.”

Tak Leleh Sehabis Api

03/05/2009
Nyala lilin menerangi
meski leleh sehabis api
Niat tulus juga suci
demi bahagia si buahati

Hanya meradang jiwa yang sepi
Terbayang masa kan jauh pergi

Tak pedulikah sesuatu nanti
Sedangkan tangis sulit terhenti

Biarkan semua berlalu lagi
Bersama sedu leleh di pipi

Bungaku,
aku tau kau kan tetap berseri
Dan tak kan leleh tuk menerangi
Seperti lilin sehabis api

Kita

03/05/2009
Satu kata
tak terasa terucap lepas
tak terkira kan bermakna

Satu kata tak terasa membuat lepas
terbang tinggi burung layaknya

Tersadar ketika bermakna
Tersadar ketika melayang tak terkira
Satu kata bahagiakan rasa
Kita

Rawat Dan Simpan

02/05/2009

Andai masih sama melayang
akan kubawa jauh ke awan

Hanya berandai di kenyataan
segala tulus cinta seorang

Namun ada masih terbentang
di waktu lain, hari kan datang

Aku memohon rawat dan simpan
indah rasa untuk di depan

karena sebuah keyakinan
tentang satu masa gemilang
dimana semua terlihat terang

Biarkan Bersemayam

02/05/2009
Jangan biarkan berlalu
karena ku tak mau dia pergi

Begitu lama tersimpan diam
di palung hati nan dalam
Benar tak terberanikan tuk diungkapkan
Hanya tersimpan di dalam diam

Biarkan dia tetap bersemayam
dengan rawatan kasih dan sayang
Kalaulah segala telah terlewatkan
berharap hari itu kan datang
Saat bersama raih impian

Benar Milik Kita

02/05/2009

Rasa itu tak tercuri
Rasa itu tak terpungkiri
Tak satu pun dapat berlari
Tak satu pun dapat sembunyi

Rasa itu benar
Rasa itu nyata
Tak satu pun dapat menyangkal
Tak satu pun dapat menolaknya

Tak ingin ucap banyak janji
Hanya ingin unjuk bukti

Ketika rasa telah terurai
Dan asa yang jadi pengikatnya
Tak lagi perlu ada
Ragu mendera jiwa

Tetaplah disini aku memohon
Janganlah hilang aku meminta
Karena rasa ini
benar milik kita

Lantas Apa Yang Akan Menjadi Jawab

02/05/2009
Takut itu perlahan menyelinap
Gundah itu bertahap menghisap
Lantas apa yang akan menjadi jawab

Bersama habiskan sepi
Berdua indahkan mimpi
Tuk sebuah rasa yang pasti

Tetapi takut itu..
Tetapi gundah itu..
Lantas apa yang akan menjadi jawab